Photobucket
Showing posts with label Tips puasa. Show all posts
Showing posts with label Tips puasa. Show all posts

Saturday, 28 July 2012

Olahraga Terbaik Saat Puasa

Olahraga penting bagi kesehatan tubuh. Lakukan aktivitas menyehatkan ini satu atau dua jam menjelang buka puasa, atau cari waktu selepas buka puasa. Tak perlu mengurangi aktivitas ini, yang diperlukan hanya mengatur waktu terbaik.

Olahraga akan merangsang hormon antiinsulin, yang antara lain berfungsi melepaskan gula darah sehingga membuat tubuh tetap segar. Jika kurang gerak, tubuh justru akan semakin lemas akibat berkurangnya kadar gula dalam tubuh.

Nusra Al Nasri, pelatih kebugaran asal Timur Tengah, merekomendasikan yoga sebagai pilihan olahraga terbaik selama Ramadan. Cukup lakukan yoga level pemula atau berjalan kaki santai selama 15-20 menit di sore hari.

"Latihan yoga dengan beragam teknik pernapasan disertai latihan peregangan sederhana merupakan cara ideal untuk mempertahankan kebugaran tubuh selama puasa," kata Al Nasri, seperti dikutip Gulf News.

Al Nasri menyangkal argumen yang menyebut olahraga saat puasa berbahaya bagi tubuh. Olahraga saat puasa justru bermanfaat bagi tubuh. "Latihan pernapasan dalam yoga misalnya, justru akan memberi Anda energi lebih, membuat Anda merasa segar dan tenang menjalani puasa."

Pemilihan waktu yang harus menjadi perhatian. Jangan di pagi atau siang hari karena bisa menguras cadangan makanan di masa awal puasa. Menurut AL Nasri, pukul 16.30 adalah waktu tepat melakukan yoga, peregangan, atau olahraga sederhana lainnya. "Saya sarankan berolahraga dengan perut kosong sebelum buka puasa.

Sumber

4 Jurus Lawan Serangan Kantuk Saat Puasa

Kerap mengalami serangan kantuk di siang hari saat puasa? Itu wajar. Bukan karena lelah dan kurang tidur akibat bangun makan sahur, perubahan pola makan saat puasa juga bisa menjadi pemicu serangan kantuk tersebut.

Perubahan pola makan saat puasa memengaruhi metabolisme tubuh. Dan, serangan kantuk yang muncul saat puasa itu umumnya terjadi akibat penurunan kadar glukosa darah di otak sehingga memengaruhi suplai oksigen.

Dikutip Live Strong, otak mengonsumsi 60 persen glukosa tubuh sebagai asupan energi. Karenanya, jika suplai glukosa terhambat jelas akan memengaruhi kinerja dan daya konsentrasi otak.

Mengapa rentan muncul di siang hari? Ini karena di siang hari, tubuh cenderung mulai kehilangan energi cadangan untuk memaksimalkan kerja otak dan sistem tubuh lainnya. Karenanya tak hanya kantuk, tapi juga mudah merasa lemas.

Penurunan asupan zat besi dalam tubuh juga bisa memicu kantuk lebih cepat muncul. Ingat jumlah zat besi yang cukup membantu tubuh menyerap oksigen lebih banyak ke otak sehingga mengurangi rasa kantuk.

Meski lumrah, coba minimalisir serangan kantuk saat puasa dengan tips berikut:

- Penuhi kebutuhan zat besi saat sahur. Sumber zat besi bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, kangkung, katuk.

- Menjaga keseimbangan asupan gizi, terutama saat sahur. Pastikan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C untuk memacu efektivitas penyerapan zat besi oleh tubuh. Kiwi, jambu biji, pepaya, jeruk, mangga, nanas, bisa menjadi pilihan.

- Ketersediaan air dalam tubuh juga perlu dipertimbangkan. Minum sedikitnya delapan gelas air putih selama jeda buka puasa hingga sahur. Konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, sehingga tubuh tetap segar.

- Saat sahur, konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah sehingga sangat membantu metabolisme energi tubuh. Yang artinya, lebih lama menyimpan energi.

Sumber

Thursday, 26 July 2012

Agar Tetap Fokus di Tempat Kerja Walau Puasa

Puasa melatih kemampuan diri sendiri untuk menahan amarah, lapar dan dahaga. Namun akibat pekerjaan yang menumpuk di kantor, lapar dan dahaga tentu dapat mengganggu konsentrasi. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar tetap dapat berkonsentrasi meski sedang berpuasa.

Struktur otak agaknya menjadi penyebab pikiran yang sulit konsentrasi. Korteks prefrontal merupakan wilayah otak yang mengatur rentang perhatian dan emosi. Maka sentimen apapun yang kuat, dari frustrasi dengan atasan hingga jengkel terhadap office boy dapat mengganggu pekerjaan.

Di hari biasa saja, banyak karyawan yang terdistraksi dari pekerjaannya dan sering susah konsentrasi dengan tugasnya, apalagi ketika puasa. Padahal berkonsentrasi akan membantu karyawan menyelesaikan tugas dengan lebih mudah.

Berikut adalah cara untuk menghindari gangguan dan tetap produktif sepanjang hari seperti dilansir Time Healthland, Kamis (26/7/2012).

1. Menentukan masalah
Cari tahu apa yang menyebabkan kehilangan fokus. Penyebabnya bisa karena kelelahan, kelaparan atau kecanduan Twitter. Mencari tahu penyebab masalah adalah langkah pertama untuk memperbaiki masalah.

2. Makan sahur yang bernutrisi
Fungsi sahur menyerupai sarapan, yaitu menyediakan nutrisi agar tubuh dapat beraktifitas selama seharian sampai berbuka. Penelitian telah menemukan bahwa makan sarapan dapat meningkatkan rentang perhatian dan konsentrasi. Oleh karena itu, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi saat sahur.

3. Bermeditasi
Para ilmuwan telah menemukan bahwa meditasi dapat meningkatkan fungsi otak yang berkaitan dengan rentang perhatian. Tidak ada salahnya sejenak mencoba meninggalkan tugas agar dapat mengerjakannya lagi untuk jangka waktu yang lebih lama.

4. Bekerja secara offline
Sebuah survei menemukan bahwa hampir 60% gangguan di tempat kerja berasal dari email, jejaring sosial dan ponsel. Jadi untuk tugas-tugas yang tidak perlu menggunakan internet, cobalah pakai cara kuno menggunakan kertas dan pena. Jangan terlalu sering memeriksa email, misalnya 1 jam sekali. Batasi waktu menggunakan situs jejaring sosial.

5. Bagi pekerjaan besar menjadi beberapa tugas yang ringan
Otak bekerja terlalu keras ketika memproses sejumlah informasi yang luar biasa, apalagi ketika berpuasa. Menjalankan satu pekerjaan yang besar dapat banyak membuat pikiran sulit berkonsentrasi. Untuk mengatasinya, pisah proyek menjadi tugas-tugas individu yang lebih ringan sehingga lebih mudah untuk diselesaikan.

6. Batasi waktu bekerja
Batasi waktu yang digunakan untuk mengerjakan tugas, jangan mengharuskan diri untuk menyelesaikannya secara langsung. Dengan cara ini, karyawan akan tahu batasan tubuhnya untuk dapat bekerja keras sehingga dapat menentukan sendiri waktunya beristirahat.

7. Bersihkan dan rapikan meja
File-file dan berkas lama yang tak lagu digunakan, memo, hingga foto keluarga bisa menjadi pengalih perhatian. Membersihkan ruang kerja dan hanya menggunakan laptop atau benda-benda yang penting saat bekerja akan membantu untuk tetap berada di zona fokus.

8. Hadiahi diri sendiri
Memberikan motivasi kecil untuk diri sendiri bisa mengusir kebosanan dan kesumpekan dalam bekerja. Coba katakan pada diri sendiri bahwa setelah menyelesaikan tugas tertentu, maka nanti akan menghadiahi diri sendiri dengan berbuka menggunakan makanan kesukaan.

9. Lakukan istirahat sejenak
Datang ke kantor lebih awal, bekerja ketika jam makan siang dan tidak pernah terlambat bukan berarti akan lebih produktif. Bekerja keras dalam keadaan puasa kemudian diikuti disertai beristirahat sejenak akan lebih bermanfaat daripada bekerja keras terus menerus tanpa beristirahat.

10. Dengar musik
Mendengar musik lewat headphone dapat menenangkan pikiran sekaligus terhindar dari gangguan seperti suara bising atau percakapan teman sekantor yang berisik. Selain itu, headphone akan membuat teman sekantor yang berniat memecah perhatian akan mengurungkan niatnya serta mengurangi rasa lapar atau haus yang muncul.

Dikutip dari;(sumber)

Wednesday, 25 July 2012

Manfaat Salat Tarawih Bagi Kesehatan

Umat muslim melakukan salat 5 waktu dalam sehari. Namun ketika bulan Ramadhan, ada tambahan salat Tarawih yang dilakukan seusai salat Isya' di malam hari. Gerakan salat diketahui dapat meningkatkan fleksibiltas dan kebugaran otot tubuh, demikian pula dengan salat Tarawih yang durasinya relatif lebih panjang.

"Tingkat metabolisme otot meningkat ketika melakukan salat sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi otot. Kekurangan ini akan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan kaliber pembuluh darah, sehingga memungkinkan darah mengalir dengan mudah kembali ke jantung. Peningkatan beban jantung akan memperkuat dan memperbaiki sirkulasi otot jantung," kata Dr Ibrahim B. Syed, Ph.D, profesor kedokteran klinis dari University of Louisville School of Medicine seperti dilansir Islam for Today, Senin (23/7/2012).

Menurut dr Ibrahim, glukosa darah dan plasma insulin mulai meningkat dalam waktu 1 jam atau lebih setelah berbuka puasa. Glukosa dan gula darah mencapai tingkat tinggi dalam waktu 1 atau 2 jam kemudian. Saat masuk salat tarawih, glukosa yang beredar akan dimetabolisme menjadi karbon dioksida dan air agar tetap stabil.

Tak hanya itu, doa-doa yang dilantunkan selama Tarawih membantu pengeluaran kalori ekstra dan meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, mengurangi stres, kecemasan dan depresi.

Lebih lanjut lagi, dr Ibrahim menjelaskan berbagai manfaat salat Tarawih bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatkan kebugaran fisik

Ketika melakukan sedikit upaya tambahan dalam melakukan salat Tarawih, terjadi peningkatan daya tahan, stamina, fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Salat menghasilkan perubahan fisiologis yang sama seperti ketika jogging atau berjalan, namun tanpa efek samping.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 17.000 orang alumni Harvard memberikan bukti kuat bahwa latihan aerobik setara dengan joging sekitar 3 mil sehari, meningkatkan kesehatan dan dapat memperpanjang usia. Pria yang mengeluarkan energi sekitar 2000 kkal setiap minggu memiliki angka kematian seperempat sampai sepertiga kali lebih rendah dibandingkan yang sedikit atau tidak berolahraga.

2. Meningkatkan daya tahan lansia

Seiring pertambahan usia, aktivitas yang dilakukan seseorang berkurang karena tulangnya menjadi makin tipis. Jika tidak dirawat, maka risiko osteoporosis sudah menanti. Gangguan ini paling banyak dialami wanita ketika memasuki menopause akibat penurunan estrogen.

Saat melakukan gerakan berulang dan teratur selama salat, maka kekuatan otot, tendon, fleksibilitas sendi dan respon kardiovaskular meningkat. Oleh karena itu salat Tarawih memungkinkan para lansia tetap siap ketika menghadapi kesulitan tak terduga yang dapat melukai tubuhnya. Tarawih akan meningkatkan daya tahan dan kepercayaan diri untuk menjadi mandiri.

3. Membantu mengontrol berat badan

Salat dapat mengontrol berat badan dan mengeluarkan kalori tanpa meningkatkan nafsu makan. Kombinasi dari pembatasan asupan makanan saat sahur dan buka puasa disertai Tarawih akan membantu mengurangi berat badan. Berat badan akan tetap terkontrol jika tidak makan terlalu banyak pada sahur dan buka puasa serta rajin melakukan Tarawih.

4. Meningkatkan suasana hati

Olahraga diketahui dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup sekaligus mengurangi kecemasan dan depresi. Peneliti dari Universitas Harvard, Dr Herbert Benson, menemukan bahwa melafalkan do'a dan ayat kitab suci ditambah aktifitas ringan akan memicu relaksasi yang dapat menurunkan tekanan darah, tingkat pernapasan dan denyut jantung.

Oleh karena itu, Tarawih membuat pikiran berada dalam keadaan rileks. Keadaan tenang pikiran ini juga mungkin dipicu pelepasan hormon encephalins dan endorfin ke dalam sirkulasi darah.


Dipetik dari ;(sumber)

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur

Jangan malas bangun sahur karena ini penting untuk menjaga stamina tubuh saat tak mendapat asupan apa-apa sepanjang hari. Tapi sebaiknya jangan asal makan saat sahur karena bisa menyulitkan sistem pencernaan atau membuat puasa menjadi lebih berat.

Untuk tetap sehat selama Ramadan, tubuh harus mendapatkan jumlah normal makanan dari kelompok makanan utama, seperti karbohidrat (nasi merah, roti gandum, ubi, kentang), susu dan produk susu, ikan, daging dan unggas, kacang-kacangan, buah dan sayuran.

Mengingat panjangnya waktu puasa, maka Anda harus mengonsumsi karbohidrat kompleks pada saat sahur, sehingga makanan berlangsung lebih lama (sekitar 8 jam) dan membuat Anda tidak terlalu lapar di siang hari.

"Karbohidrat kompleks ditemukan dalam makanan yang mengandung biji-bijian dan seperti barley, gandum, oat, millet, semolina, kacang-kacangan, lentil dan tepung gandum," jelas Dr Liza Thomas, dokter penyakit dalam di Canadian Specialist Hospital, seperti dilansir KhaleejTimes, Senin (23/7/2012).

Yang juga penting diperhatikan adalah minum banyak air dan serat selama sahur dan juga setelag berbuka puasa.

Selain makanan yang dianjurkan, Dr Liza juga menjelaskan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur, antara lain:
1. Makanan berlemak dan gorengan
2. Makanan pedas dan kalengan
3. Makanan yang mengandung banyak gula dan karbohidrat olahan
4. Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, soda dan lainnya.

"Makanan yang digoreng, makanan yang sangat pedas dan makanan yang mengandung terlalu banyak gula seperti permen dapat menyebabkan masalah kesehatan dan harus dibatasi selama bulan Ramadan. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, nyeri ulu hati dan masalah berat badan. Sedangkan minuman kafein harus dihindari terutama saat sahur," tegas Dr Liza.

Dipetik dari ; (sumber)

Puasa Kesempatan Tubuh Buang Racun

Puasa berarti kita harus menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam. Tak ada asupan makan selama itu justru memungkinkan sistem pencernaan beristirahat sehingga memberi kesempatan tubuh membuang racun yang menumpuk.

AJ Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago, mengatakan, ketika organ pencernaan beristirahat, tubuh akan melakukan detoksifikasi melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain.

Saat puasa, lemak tubuh yang tidak bermanfaat dan racun yang terakumulasi dalam sel tubuh akan dikeluarkan. Sel yang sakit, sel-sel mati, lapisan lendir menebal di dinding usus, limbah aliran darah juga dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal.

Puasa memberi banyak manfaat bagi tubuh. Tak hanya detoksifikasi, puasa juga bermanfaat menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mencegah gangguan lain dalam tubuh.  Agar mendapat manfaat puasa secara maksimal, coba ikuti tips berikut, seperti dikutip healthmad.com. 

» Atur pola makanKonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan buka puasa. Usahakan memenuhi lima elemen nutrisi penting seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Perbanyak asupan sayuran berserat dan buah.

» Ritme dietPerubahan waktu makan paling terasa selama puasa. Dari yang mungkin terbiasa makan besar tiga kali sehari, menjadi dua kali sehari saat sahur dan buka. Karenanya, demi memenuhi cadangan energi selama puasa, penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh dengan baik selama buka puasa hingga jeda menunggu sahur.

» Olahraga Aktivitas kebugaran fisik tetap penting untuk mendukung stamina selama puasa. Jangan lakukan di pagi hari karena akan menguras cadangan energi. Lebih baik lakukan sekitar 1-2 jam menjelang buka puasa. Hindari olahraga yang terlalu berat.

» Jangan tidur usai sahur Tubuh butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencerna makanan. Langsung tidur selepas sahur akan mengganggu proses metabolisme. Lebih baik gunakan waktu selepas sahur untuk ibadah.

» Hindari minuman dingin dan berkadar gula tinggi Saat buka puasa, hindari konsumsi minuman dingin yang berpotensi memicu perut kembung karena kadar asam lambung dalam tubuh akan meningkat. Biasakan mengonsumsi air putih atau minuman hangat.

Sementara saat sahur, hindari pula konsumsi minuman berkadar gula tinggi karena akan merangsang produksi insulin sehingga cepat menimbulkan rasa lapar, lemas dan lesu. Ganti dengan jus buah segar yang dapat meningkatkan kadar gula darah tanpa merangsang produksi insulin.

» Jangan langsung makan besar saat buka puasaSaat buka puasa, beri kesempatan lambung beradaptasi setelah berjam-jam tidak makan dan minum dengan minuman hangat dan camilan manis. Pastikan pula mengunyahnya dengan sempurna untuk meringankan kerja pencernaan. Makan kenyang sebaiknya 30-60 menit setelahnya.

Dipetik dari;(sumber)

Pemicu Bau Mulut Saat Puasa



Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan di tengah lingkungan sosial. Masalah ini tak jarang menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder.

Penyebabnya? Saat puasa, aktivitas mulut berkurang membuat produksi air liur berkurang. Ini mengakibatkan bakteri lebih cepat berkembang biak dan mengubah sisa-sisa makanan di dalam mulut menjadi gas sulfur pemicu aroma tak sedap atau halitosis.

Aroma napas tak sedap yang muncul akan lebih menyengat pada mereka yang memiliki masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang, plak gigi, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.

Setelah memastikan tak memiliki gangguan kesehatan gigi dan mulut, halau timbulnya aroma napas tak sedap selama puasa dengan sejumlah tips berikut:

• Hindari konsumsi makanan yang berpotensi meninggalkan aroma menyengat seperti bawang, petai, durian. Hindari pula rokok dan alkohol karena akan semakin mengurangi produksi air liur.

• Gosok gigi 20 menit setelah selesai makan sahur. Pastikan tak ada sisa makanan tertinggal untuk meminimalisir timbulnya halitosis.

• Saat sahur, konsumsi buah dan sayuran yang memiliki efek pembersih mulut seperti apel, wortel, dan bengkoang.

• Perbanyak minum air putih ketika sahur dan berbuka untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

• Konsumsi keju. Selain kaya kalsium, dan rendah karbohidrat, dan keju mengandung fosfat yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi air liur, dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.

• Konsumsi rempah-rempah seperti ketumbar, mint, tarragon, kayu putih, rosemary, dan kapulaga yang sangat baik untuk memerangi bau mulut.

• Konsumsi vitamin C seperti berry, jeruk, dan melon karena dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri. Dapatkan vitamin C dari buah dan makanan alami.
dipetik dari ; (sumber) 

Tuesday, 24 July 2012

Ini yang Terjadi Pada Otak Saat Orang Sedang Berpuasa

Saat berpuasa, pola makan umat Muslim menjadi berbeda dibandingkan hari-hari biasanya. Hal ini tentu saja memicu banyak perubahan pada tubuh, mulai dari otak hingga sistem pencernaan.

Selama masa puasa, ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi. Ketika hal itu terjadi, jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat.

Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Yale University School of Medicine. Hasil studi ini yang kemudian dapat menjelaskan hubungan antara buka puasa dan makan lebih banyak dari yang Anda butuhkan.

"Biasanya kita telah melihat tren obesitas dan banyak kejadian diabetes selama bulan suci karena makan yang tidak teratur dan tidak tepat setelah berbuka puasa," jelas Dr. Wedad Al Maidor, dokter keluarga dan anggota Departemen Kesehatan Dubai, seperti dilansir muslimvoices.org, Selasa (24/7/2012).

Selain itu, puasa memberi beberapa manfaat misterius untuk otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makanan dapat melindungi otak dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.

Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.

Oleh karena itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori.

Di sisi lain, tingkat gula darah yang rendah selama puasa dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Puasa meningkatkan kualitas dan mengintensifkan kedalaman tidur. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur.

Ini sebabnya dua jam tidur selama bulan Ramadan lebih memuaskan dan menyegarkan dibandingkan tidur dalam waktu biasanya.



Dipetik dari ; (sumber)

Buka Puasa Cukup dengan 1 Jenis Makanan Manis

Selama siang hari di bulan puasa, umat Muslim diwajibkan untuk menahan hawa nafsu makan dan minum. Dan disunahkan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis. Sayangnya, banyak yang salah mengartikan dengan makan makanan manis secara berlebihan.

Makanan dan minuman manis memang dianjurkan untuk santapan awal buka puasa. Tapi bukan berarti semua makanan atau minuman manis boleh dikonsumsi, terlebih bila mengandung kadar gula tinggi.

"Yang manis buat berbuka cukup teh manis kalau bisa pakai gula jagung, lalu kurma 3 biji. Jangan semua dimakan, kolak iya, cendol iya, jus buah iya, akhirnya semua berlebihan. Pembuka yang manis cukup 1 macam saja," jelas Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI-RSCM, saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (24/7/2012).

Menurut Dr Ari, banyak orang keliru menginterpretasikan maksud dari 'berbuka dengan yang manis'. Mengonsumsi makanan atau minuman manis memang baik dilakukan pada saat buka puasa, agar dapat segera memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Tapi yang keliru adalah porsi makanan atau minuman manis yang dikonsumsi.

"Berbuka dengan yang manis tapi jangan berlebihan, apalagi kalau manisnya berasal dari gula," tambah dokter sekaligus Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).

Produk gula merupakan jenis karbohidrat sederhana, artinya sangat mudah dipecah dan dicerna menjadi gula darah. Hasilnya, bila gula dikonsumsi secara berlebih, maka gula darah akan melonjak dalam tubuh dan membuat orang mudah mengantuk, lemas dan menimbun lemak.

Sedangkan kurma merupakan jenis karbohidrat kompleks, sama halnya dengan nasi merah, jagung dan gandum. Karbohidrat kompleks akan lebih lambat dipecah atau dicerna menjadi gula darah, dengan demikian gula darah akan tetap stabil (tidak mengalami fluktuasi yang tinggi). Selain itu karbohidrat kompleks juga sangat membantu proses metabolisme energi tubuh.

Untuk itu, Dr Ari menyarankan agar tidak mengonsumi makanan atau minuman manis yang berasal dari gula secara berlebihan, baik pada saat buka puasa atau pun sahur. Hal ini karena makanan manis akan membuat tubuh melepaskan insulin dengan cepat sehingga memicu rasa lapar lebih cepat pula.

Selain itu, insulin berfungsi untuk memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Bila insulin dilepaskan dengan sangat cepat, maka orang merasa cepat berenergi tetapi sekaligus cepat menghabiskan cadangan energi.

"Ada orang yang puasa malah berat badannya naik, ya karena kebanyakan makan manis dan budaya balas dendam," tandas Dr Ari.

Dipetik dari : (sumber)

50% Orang Puasa Berat Badannya Turun, 40% Tetap, 10% Naik, Anda Masuk Mana?


 Ketika mengurangi waktu makan dari 3 kali menjadi 2 kali selama bulan Ramadan, idealnya berat badan orang puasa akan turun. Namun kenyataannya, tak semua orang berpuasa akan mengalami penurunan berat badan. Anda termasuk yang mana?

"Mestinya berat badan turun, karena yang tadinya makan 3 kali menjadi 2 kali saat bulan puasa. Kalau dihitung konsumsi kalori akan turun sekitar 20 persen. Nah, karena konsumsi kalorinya berkurang maka idealnya berat badan turun 5 persen," jelas Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI-RSCM, saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (24/7/2012).

Saat jumlah makanan yang masuk berkurang, maka tubuh akan menghancurkan cadangan lemak untuk diproduksi menjadi tenaga. Ini dapat menyebabkan timbunan lemak di tubuh menjadi berkurang dan akhirnya menurunkan angka di timbangan.

Jadi setelah 1 bulan berpuasa, idealnya orang yang memiliki berat badan 50 kg bisa turun 2-2,5 kg dan orang dengan berat badan 70 kg turun sekitar 3-3,5 kg.

Namun sepertinya tak semua orang bisa mendapatkan hikmah puasa, karena nyatanya masih saja ada yang mengalami kenaikan berat badan mesti sudah sebulan berpuasa.

"Menurut penelitian, 50-60 persen orang puasa berat badannya akan turun, 30-40 berat badannya tetap, sedangkan 5-10 persen malah naik," lanjut Dr Ari.

Menurut Dr Ari, puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus selama 14 jam. Puasa memiliki banyak hikmah, baik secara sosial dan kesehatan, serta merupakan latihan yang baik untuk fisik, mental dan rohani.

"Yang berat badannya malah naik ya nggak dapat hikmahnya. Bisa terjadi karena makannya berlebihan setelah buka puasa, banyak makan manis dan ada budaya balas dendam saat berbuka," tegas Dr Ari.

Selain menurunkan badan berat, cadangan lemak di tubuh juga digunakan untuk energi selama berpuasa. Ini akan melepaskan bahan-bahan kimia yang disimpan dari asam lemak ke dalam sistem dan kemudian dieliminasi melalui organ-organ usus, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit. Kondisi ini sama seperti proses detoksifikasi selama puasa.


Dipetik dari ; (sumber)



Puasa Dapat Menyingkirkan Lemak dan Kurangi Risiko Diabetes


Selain memberikan manfaat secara rohaniah, puasa juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Puasa dapat membantu tubuh membakar lemak dan juga mengurangi risiko diabetes.

Para peneliti dari Intermountain Medical Center Heart Institute mengidentifikasikan beberapa manfaat puasa terhadap kesehatan Anda. Puasa tidak hanya menjadi indikator untuk gaya hidup sehat tetapi sebenarnya puasa juga mengurangi risiko penyakit.

"Selama berpuasa, tubuh tidak menggunakan glukosa sebagai sumber bahan bakar tetapi lemak. Hal ini menyebabkan penurunan sel-sel lemak dalam tubuh untuk mengurangi resiko kolesterol tinggi, resistensi insulin, dan diabetes," kata Dr. Benjamin Horne, ketua penelitian.

Peneliti melakukan penelitian terhadap lebih dari 200 orang yang terdiri dari pasien yang mengalami kondisi medis tertentu dan sukarelawan lain yang sehat. Manfaat dalam penelitian tersebut dilihat hanya dengan melewatkan setidaknya dua kali makan secara teratur.

Dalam penelitian tersebut, satu kelompok diminta tidak makan dan minum selama 24 jam, sementara kelompok lain dperbolehkan minum air saja. Kemudian peserta dimonitor selama penelitian untuk mengevaluasi faktor risiko jantung, penanda risiko metabolik dan penilaian kesehatan secara umum.

Hasilnya, puasa dapat menstabilkan kadar glukosa dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan trigliserida. Kemudian peneliti melakukan penelitian kedua untuk memastikan bahwa hasil puasa bukan hanya hasil dari gaya hidup sehat.

Masing-masing kelompok diminta melakukan scan X-ray untuk mengetahui penyempitan pembuluh darah. Orang yang tidak berpuasa mengalami penyempitan pembuluh darah karena sumbatan arteri hingga 75 persen, sedangkan sumbatan pada arteri hanya mempengaruhi sekitar 63 persen pada orang yang berpuasa.

Puasa secara berkala juga dapat meningkatkan Human Growth Hormone (HGH) yang mengatur glukosa dan insulin dalam tubuh. HGH meningkatkan metabolisme dan membakar timbunan lemak.

Tingkat HGH meningkat selama puasa dan dapat mengurangi resistensi insulin dan risiko diabetes. Sehingga, puasa berkala yang teratur dapat mengurangi risiko diabetes hingga 50 persen.

"Puasa dapat mencegah terjadinya diabetes bagi orang yang berisiko tinggi terhadap diabetes dan dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," kata Dr. Horne seperti dilansir naturalnews, Selasa (24/7/2012).


Dipetik dari ; (sumber)

Alasan Kurma Bagus Untuk Berbuka Puasa


Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.
Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.
Mengapa?
Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban Kurma Kurma, merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya 'Buah-buahan Super' menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.
Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.

Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.
Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Jadi, sungguh cocok jika Anda memilih kurma sebagai menu berbuka untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.

Tips Agar Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

Ramadhan merupakan bulan paling suci dan istimewa bagi seluruh umat muslim di dunia. Dalam bulan ramadhan kita di ajarkan untuk menahan napsu emosi, serta tidak makan dan minum. Sekitar 14 Jam tubuh kita tidak mendapatkan asupan nutrisi selama puasa. Selama menjalankan puasa tentu kita akan merasa lapar dan sedikit lemas karena tidak makan dan minum, namun kita tetap harus melakukan aktivitas sehari-hari kita dan bekerja. Lantas bagaimana agar tubuh kita tetap fit selama bulan puasa? Ini dia tips berguna dari unikgaul.com :

Minum Air Putih
Kita tahu bahwa sekitar 80% dari tubuh kita terdiri dari cairan, jadi mengkonsumsi air putih saat sahur merupakan faktor penting agar tubuh tetap fit. Minumlah air putih dan sebaiknya hindarkan minum-minuman kurang sehat seperti minuman bersoda.


Istirahat Secukupnya
Selain itu pola tidur juga harus di perhatikan, kurang tidur dapat menyebabkan badan menjadi lelah dan ngantuk. Ngantuk di bulan puasa bukan di sebabkan karena kamu tidak makan dan minum,  melainkan karena waktu istirahat untuk tubuh belum terpenuhi dengan baik. Hindari bergadang agar tubuh kamu tetap bugar selama puasa.


Mengkonsumsi makanan Berserat
Serat banyak sekali terkandung dalam buah-buahan dan sayuran, karena itu ada baiknya menyertakan buah-buahan dan sayuran saat sahur. Selain menyehatkan, buah-buahan dan sayuran dapat menahan lapar lebih lama karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berserat.


Kurangi Minuman Kafein
Ada baiknya selama bulan ramadhan kamu harus membiasakan diri terhindar dari kopi, karena selama berpuasa akan terasa pusing karena sudah kecanduan minum kopi.


Kurangi Konsumsi Makanan Gorengan
Lebih baik jangan menyertakan makanan gorengan pada menu sahur karena sel darah kita akan mengumpal dan berkurangnya aliran oksigen pada tubuh kita sehingga membuat kita terasa ngantuk pada siang hari.


Hindari beraktivitas di bawah terik matahari
Hindari tubuh beraktivitas di bawah terik matahari, sebab hanya akan membuat tubuhmu cepat terasa lelah dan kurang cairan.

(Sumber)




Copyright By DUNIA ADELL